Seorang Jurnalis Kondang Disumenep menghilang Selama Enam Bulan Begini Jadinya

 

 

 

 

 

 

 

Sumenep_www.koranpatrolixp.com

Beberapa bulan yang lalu tepatnya Februari tanggal 9 diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Peran kerja wartawan tak bisa dilepaskan dari pasang surut ekonomi Indonesia. Tanpa mereka mencari, jelas tak ada pemberitaan yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Tidak sedikit Sejumlah pengusaha dan tokoh penting di Indonesia, banyak yang dulunya berasal dari wartawan. Sebelum sesukses sekarang, mereka juga di masa lalunya berjibaku di lapangan mencari berita.

Nah sama dengan Halnya seperti wartawan yang satu ini, begini ceritanya, Putra daerah Sumenep Kelahiran Saronggi. Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep ini tiba – tiba raib bagai ditelan bumi, menghilang ntah kemana Beberapa bulan yang lalu dari peredaran jurnalistik.

Awak media yang sedang bekerja mencari informasi untuk pemberitaan tak sengaja melintas di areal pedalaman desa saronggi, maksud hati menemui narasumber untuk konfirmasi terkait harga tembakau di bulan oktober.

Alhasil tanpa disadari wartawan yang hilang dari peredaran roda entertainment ternyata sudah menjadi Boss tembakau di desa kelahirannya yaitu saronggi, Rahman yang akrab dipanggil Cak Maman diam diam sudah lama menggeluti bisnis daun mas alias tembakau.

Usaha daun mas yang berpenghasilan seksi tersebut mampu merubah gaya hidup sang Kepala Biro (Kabiro) media Kobra bhayangkara News. Setelah melepas kerinduan antara sahabat karena dari lamanya tak bertemu, Rahman menjelaskan asal muasal hilangnya dari dunia keramaian karena sudah merasakan manisnya hasil usahanya yang saat ini dia geluti.

ia terjun ke bisnis tembakau karena mendapat petunjuk atau wangsit melalui mimpinya. Rahman bermimpi sepasang burung perkutut yang hinggap dan bermain di antara tangkai dedaunan tembakau, dalam mimpi Rahman terlihat jelas bahwa setiap tangkai yang dihinggapi burung burung perkutut tersebut seketika berkilau menjadi daun daun emas.

Setelah Rahman Bangkit dari tidurnya, rahman langsung bermunajat untuk permohonan kepada ilahi, dengan modal keyakinan dan kejujuran, ia bertekad memberanikan diri untuk membeli tembakau petani yang sudah siap panen walaupun dengan harga tinggi.

Karena menurut rahman dengan keyakinan bulat yang diberi Sang khalik melalui wangsit bisa sukses, dan didukung oleh Kinerja pemerintah daerah yaitu Bupati Ach Fauzi Wongsoyudo SH. MH yang sudah bekerja keras untuk menstabilkan harga tembakau di era digital ini.

“Ekonomi sumenep yang awalnya tembakau dan harga inti sembako yang awalnya dikeluhkan oleh masyarakat sumenep, kini sudah banyak perubahan, dan sudah bisa saya rasakan termasuk masyarakat saronggi dan masyarakat di desa desa lainya juga sudah bisa menikmati banyak perubahan faktor ekonomi yang sudah stabil.” Tegasnya

“Masyarakat merasakan hal yang sama dengan apa yang sudah saya rasakan, saya sebagai putra daerah Sumenep Bangga atas kerja keras Bupati, yang selalu mendapat perhatian dan penghargaan dari kementerian.” Kata Rahma dengan penuh semangat

Rahman menambahkan, “Saya sekaligus mewakili Masyarakat Saronggi sangat berterima kasih atas upaya dan kerja keras bapak bupati. Sehingga banyak kemudahan kenyamanan yang bisa kita nikmati bersama, melalui usaha tani, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan program program lainya sumenep kedepannya bisa semakin maju.” Ucapnya

Dari hati yang paling dalam Rahman menyampaikan “Terima Kasih Kepada Bapak Bupati yang telah berjuang untuk kami rakyat kecil sumenep. yang dulunya harga tembakau sangat rendah hingga para petani dan bakul tembakau banyak yang rugi sekarang petani dan masyarakat tidak perlu khawatir lagi.” Jelas ar Rahman

Setelah menyampaikan isi hati, Rahman menjelaskan secara terurai mengenai rincian harga tembakau yang sewaktu waktu naik turun di saat ini berkisar 70 ribu, 68 ribu dan bertahan hingga kini di 60ribu/kilogram.

Dengan harga 60rb, itu menurut Rahman Masih bagus untuk harga lokal, dengan begitu rahman masih bisa membantu memberi pekerjaan kepada masyarakat saronggi, desa gunggung, dan desa babbalan kurang lebih 70 orang, yang didukung tokoh masyarakat Desa Gedungan yaitu H. Iskandar dan P. Haryono

Dengan Dukungan H. Iskandar Dan Haryono yang awal Mulanya modal rahman berkisar di angka 30 juta. Atas dukungan H. Iskandar dan Haryono saat ini omset Rahman sudah mencapai target di angka 200-500 jutaan.

Selain itu Rahman Bekerjasama sama dengan pengepull tembakau Wismilak yaitu H. Ali. Saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya H. Ali mengatakan bahwa Rahman sukses karena tekun dalam bekerja dan jujur , bisa dipercaya.

“Rahman itu selain pekerja keras, dia jujur, dan bisa dipercaya, selama 2 bulan panen pertama adalah gerbang kesuksesan yang membuahkan hasil maksimal kepada permintaan saya, dan rahman saya kasih gelar Ceo Mas” tutur H. Ali sambil tertawa

Rahman tambah semangat setelah mendapat gelar chief executive officer (CEO). Rahman Pengusaha tembakau daun mas tersebut mengajak dan mengatakan bahwa bisnis tembakau sebenarnya memberi banyak peluang besar kepada Teman teman (LSM ) Lembaga Swadaya Masyarakat dan teman teman Media untuk mencoba usaha tembakau di era digital saat ini.

“Karena melalui teknologi digital kita punya peluang dan akses untuk menawarkan dagangan kita misalkan Hasil dari Home industri UKM kue kelapa, dan juga hasil laut yang ada di sumenep seperti terri, palawija terus ikan asin dll.” ucapnya

Dikatakan oleh Kepala biro Media Cobra bhayangkara nusantara, Rahman memiliki semangat dan keinginan untuk mencetak pengusaha pengusaha muda yang terdiri dari teman teman medianya, dengan berbasis kolaborasi, agar teman media punya penghasilan tambahan.

“Kami mengajak teman-teman LSM dan wartawan untuk menjadi pengusaha dengan belajar dan mencobanya. Kita berkolaborasi bersama sambil membesarkan media yang teman-teman miliki. Sambil lalu mencari celah untuk membuka suatu usaha yang sangat mudah prosesnya,” kata Rahman

teman-teman yang mengolah usaha apa yang diminati seperti halnya usaha yang saat ini pesat dengan Camilan di UMKM, kami yang mempersiapkan seluruh kebutuhannya, mulai dari pengolahan hingga peking dan lain sebagainya yang diperlukan,” ujar Rahman slenger

Menurutnya, “ini menjadi peluang terbaik untuk teman taman media dan bisa bekerja sama mengembangkan bisnis bersama UKM dengan modal kreatifitas dan kemampuannya, ia yakin usaha apapun yang dibuat menjadi menarik dan diterima oleh masyarakat sehingga menghasilkan uang untuk pribadi atau kelompok UMKM dengan usaha yang dibangun.” Imbuhnya

Pewarta : Sahawi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses