Polisi Dalam Kasus Tragedi Penemuan Mayat Di Bawah Jembatan Kali harapan Nabaraua Nabire.

 

 

 

 

 

 

 

 

Nabire –www.koranpatrolixp.com

Kepolisian Resort Nabire tengah menginvestigasi kasus penemuan mayat di bawah Jembatan Kali Harapan, Kelurahan Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (6/8/2023) siang, menjadi perhatian warga setempat.

Berdasarkan laporan dari warga masyarakat, anggota Polres Nabire segera merespons dan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut. Piket penjaga bersama Kasat Reskrim AKP Bertu Hardyka Eka Anwar mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan lokasi penemuan mayat.

Keterangan dari AKP Bertu Hardyka Eka Anwar menyebutkan bahwa hasil olah TKP didasarkan pada kesaksian pendeta MK (47) yang tengah melaksanakan ibadah pagi di gereja berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. MK mengaku mendengar suara seperti barang jatuh dari arah jembatan saat ibadah berlangsung, namun suara tersebut tidak dihiraukan dan ibadah berlangsung tanpa gangguan.

Setelah selesai ibadah, MK melihat sejumlah warga berkerumun di sekitar jembatan dan berteriak ada orang meninggal. Korban yang diidentifikasi sebagai NK (24), seorang mahasiswa dari Desa Ugidimi, Kecamatan Bibida, Kabupaten Paniai, ditemukan tergeletak dalam posisi tertidur miring di bawah jembatan. Ia mengenakan pakaian berwarna kaos coklat dilapis dengan kemeja hitam motif kotak-kotak, serta celana pendek loreng berwarna abu-abu.

Mayat korban dievakuasi ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum awal guna mengetahui penyebab meninggalnya. Hasil pemeriksaan awal di RSUD Nabire menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun terdapat keluarnya darah dari hidung dan telinga. Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi dari dokter RSUD Nabire untuk memastikan penyebab kematian korban, seperti yang diungkapkan oleh Kasat Reskrim.

Informasi mengenai korban, NK, seorang mahasiswa dari Desa Ugidimi, Kecamatan Bibida, Kabupaten Paniai, yang juga dikenal sebagai warga Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat.

Meskipun pihak keluarga menolak dilakukan tindakan autopsi dan telah mengambil jenazah untuk pemakaman, penyidik Polres Nabire tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap kejelasan atas peristiwa yang menimpa NK. Kasus ini menjadi fokus penyidikan dan mengungkap kebenaran dan keadilan bagi korban dan keluarganya.tutupnya ( Red )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses