Parah!! Drainase Beton Bertulang Desa Banjardowo, Sudah Rusak dan Terkesan Bangunan Tak Rampung.

 

 

 

 

 

 

 

Jombang_www.koranpatrolixp.com

Infrastruktur fisik berupa drainase beton bertulang yang terletak di dusun Banjaragung RT.001 / RW.004 desa Banjardowo kecamatan / kabupaten Jombang Jawa timur, kondisinya sangat memprihatikan.

Dari pantauan kontributor media koranpatroli dilapangan, diketahui bahwa ada beberapa ruas fisik drainase yang nampak tulangan besinya, terkesan fisik tersebut tidak rampung dilaksanakan.

Tak hanya itu, disepanjang ruas drainase beton banyak titik yang kondisinya sangat parah, terlihat putus pada beton cornya, serta saluran itu juga penampangnya sudah keropos. Senin (16/10/2023).

Atas perihal rusaknya saluran drainase beton dusun Banjaragung itu, dipertanyakan oleh narasumber warga setempat yang tidak mau disebut namanya mengatakan, ketika dimintai keterangan oleh media tak jauh dari lokasi pekerjaan.

“Saluran yang dikerjakan desa itu sudah tidak bisa difungsikan secara maksimal mas, sebab, dibeberapa titik sudah banyak pecah putus, sehingga membuat air masuk ke celah – celah putusnya saluran tersebut,” ujar warga.

Mirisnya lagi, lanjut penuturan narasumber, entah berapa panjangnya saya kurang begitu paham, sengaja tidak dikerjakan.

“Sampai tulangan besinya nampak kelihatan, tidak ada beton cor sama sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut narasumber mengatakan, meskipun saya tidak begitu mengerti bangunan, tetapi saya yakin bahwa pihak pelaksana pada waktu mengerjakan tak sesuai petunjuk teknis.

“Sehingga bangunan belum genap lima tahun sudah rusak parah,” bebernya.

Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FRMJ Jombang juga menyoal bangunan tersebut, Pentolan Forum Rembug Masyarakat Jombang Joko Fattah Rochim menilai bahwa bangunan drainase beton itu dikerjakan asal – asalan. Selasa (17/10/2023).

“Seperti apa ketua TPK desa Banjardowo mengerjakan, hingga membuat fisik saluran itu acak – acakan fisiknya, putusnya saluran ada dibeberapa titik, sampai ada yang hancur betonnya,” kata Fattah sapaan akrabnya.

Jika memang dikerjakan sesuai bestek, tidak seperti itu hasilnya, saya menduga bangunan drainase itu jadi ajang Bancak an oleh oknum yang terlibat dalam pelaksanaan. “Dibuat aji – aji mumpung ada proyek desa, oknum pelaksana diduga mencari keuntungan pribadi pada proyek tersebut,” imbuhnya.

Fattah menambahkan, jika kerusakan itu dianggap terkena bencana alam seperti banjir ataupun tanah gerak, tidak seperti itu tingkat kerusakannya, ya bisa dibilang itu memang dikerjakan tak sesuai mutu beton standarnya. “Apalagi beberapa meter cuma terlihat tulangan besinya, terkesan dengan sengaja tidak dilaksanakan lapisan cor beton oleh pelaksana kegiatan,” jlentrehnya.

Yang membuat banyak warga menyesalkan hasil bangunan itu, karena dinilai saluran tersebut sudah tidak bisa difungsikan dengan baik. “Jadi uang pemerintah dihambur – hamburkan buat bangunan yang tak layak.” Fattah memungkasi.

Informasi yang dihimpun pada papan prasasti, diketahui bahwa pembangunan saluran drainase beton bertulang dusun banjaragung itu bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021, menelan biaya sebesar Rp.112.000.000 dengan volume yang dikerjakan 90,446m x 2.00m, dikerjakan oleh TPK Desa Banjardowo.

Dikonfirmasi terpisah, terkait rusaknya saluran drainase beton bertulang itu, media koranpatroli mencoba menghubungi Kepala Bidang (Kabid) DPMD Jombang Evi via pesan whatsApp-nya, namun dari apa yang dikonfirmasikan tidak ada jawaban secara mendasar.

“Waalaikum salam,ngapunten (mohon maaf) saya masih rapat,” jawab Kabid Evi.

Hingga berita ini ditayangkan, media koranpatroli belum bisa mengkonfirmasi kepada kepala desa (kades) Banjardowo beserta ketua TPK, namun pihak media terus berupaya mengurai pada kerusakan saluran drainase beton yang jadi pertanyaan publik serta masyarakat.

Pewarta : (hdk/tim)

Editor : Septi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses