Lagi-lagi Excavator PETI Siap Tempur ke Waserawi, Ketua LMA Masni: Kami Akan Tindak Sesuai Hukum Adat

 

 

 

 

 

 

Manokwari_www.koranpatrolixp.com

Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Manokwari Terus berlanjut, dimana terlihat para penambang dengan menggunakan excavator sudah mulai memasuki terminal jalur masuk ke Area Tambang yakni di Bendungan Wariori. hal ini tentunya menuai kecaman dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Masni, Soleman Manseni. Selasa, (12/09/2023).

“Pasalnya dengan tidak menghargai hak adat setempat kali ini melalui percakapan sambungan telepon Saluler kepada Media ini Soleman Manseni menyampaikan dengan tegas, “Karena tidak menghargai hak Adat, maka kali ini saya akan bertindak langsung kelapangan untuk menindak tegas para pelaku tambang yang menggunakan excavator di wilayah tambang emas Wasirawi dan sekitarnya.

“Lanjut Soleman menyampaikan, Alasan kami untuk melakukan tindakan tersebut dikarenakan para Bos tambang selama ini telah mengabaikan Hak – hak adat. maka itu, dengan aktifitas penambangan emas yang sudah merusak alam kami, saya akan bertindak langsung dan akan membuat perhitungan sesuai hukum adat.
Sebab aktifitas tersebut selain merugikan Negara, dan Daerah setempat, juga sudah mengabaikan Hak – hak adat.

“Perlu di ketahui, bahwa hak ulayat beda dengan hak adat. Sebetulnya sebelum kalian beraktifitas, kalian tau bahwa disini ada lembaga adat yang mengatur wilayah adat setempat, Ini Papua bukan Luar Papua yang seenaknya kalian buat. “Tegas Manseni.

“Saya sudah atur jadwal bersama dengan rekan kepala suku untuk segerah masuk ke Waserawi dan sekitarnya untuk melakukan tindakan tegas, jika kedapatan para pelaku beraktifitas penambangan emas menggunakan Excavator akan kami tahan, serta kami akan tindak tegas dengan Hukum adat, dan kami akan lanjutkan Laporan ke Polda Papua barat. tak hanya itu, “kami akan kawal Proses hukumnya”. Tegas Ketua LMA Masni.

(Tim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses