Kades Jatipelem Diduga Memberikan Keterangan Palsu, Terkait Volume Rehabilitasi Saluran Air Tak Transparan.

 

 

.

 

 

Jombang_www.koranpatrolixp.com

Tidak transparannya Pemerintah Desa (Pemdes) Jatipelem Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa timur, terkait volume rehabilitasi saluran air dusun Pelem yang tidak disebutkan pada papan informasi proyek, membuat Ahli Teknik Bangunan menyoal perihal tersebut.

N-A (inisial) Ahli Teknik Bangunan beralamatkan di kabupaten Jombang, yang bergerak di bidang jasa perencanaan dan pengawasan bangunan menyoal atas apa yang dikatakan oleh Kepala Desa (Kades) Jatipelem Parjono ketika dikonfirmasi media dihari sebelumnya, Selasa (1/8/2023).

“Volume ne namung nambal kedik – kedik, nambal sing rusak – rusak mawon ada 6 titik lokasi (volume pekerjaan hanya direhab sedikit – sedikit saja, posisi yang rusak ada 6 titik lokasi.” kata Kades saat dikonfirmasi media via pesan WhatApp-nya.

Disinggung berapa meter panjang saluran air itu, berapa ketinggiannya. Lebih lanjut Kades menjelaskan. “Sing satu sisi panjangnya 54 meter (yang saluran satu sisi panjang 54 m), sing dua sisi panjangnya 28 meter (yang saluran dua sisi panjang 28 m), sedangkan untuk kedalaman saluran manut atau ngikut pada pasangan saluran lama,” terangnya.

Masih kata Kades, ” Kedalamannya bervariasi, ada yang dalamnya 90 cm dan ada yang dalamnya 120 cm, dan setiap pasangan saluran baru dikerjakan lantai dasar. enten (ada) rabatnya sama pasangan batu kali,”  kades memungkasi apa yang dikonfirmasikan.

Sementara itu, N-A menguraikan volume pasangan batu kali pada rehabilitasi saluran air tersebut, dirinya menjelaskan. “Dalam perhitungan estimasi biaya sesuai dengan analisa harga satuan tahun 2023 dimasing – masing item pekerjaan, volume yang disebutkan Kades jatipelem mustahil menelan biaya cuma 50 juta rupiah.” jlentreh N-A. Rabu malam (2/8/2023).

Jika dalam perhitungan biaya, lebih lanjut N-A, volume pasangan batu kali satu sisi sepanjang 54 meter dan pasangan batu kali dua sisi sepanjang 28 meter, total biaya menghabiskan perkiraan Nilainya sebesar 72 juta rupiah. “Apakah betul total panjang yang disebutkan Kades Jatipelem sesuai dengan fakta panjang saluran dilapangan.” tanya N-A, sambil membuktikan hitungan perkiraannya sendiri.

Namun jika perhitungan estimasi yang dibuat pihak perencana desa benar panjangnya sesuai keterangan kades. “Berapa harga satuan masing – masing item pekerjaan. Bahkan kuat dugaan volume yang disampaikan Kades sebatas keterangan menyesatkan dan tak sesuai dengan perencanaan maupun fisik dilapangan.” terangnya.

Lebih detail N-A menjabarkan detail. “Setiap anggaran yang dialokasikan oleh desa, tentunya sudah ada perhitungan biaya yang dibutuhkan, itu artinya panjang maupun volume juga sudah diketahui, tetapi dalam pekerjaan saluran air desa jatipelem tidak terbuka, hal itu layak dipertanyakan.” pungkasnya.

Papan informasi menyebutkan, rehabilitasi saluran air dusun Pelem menelan biaya sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah), bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2023, dikerjakan oleh TPK Desa Jatipelem. (hdk/tim).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses