Baru Selesai Dikerjakan, JUT Desa Betek Mojoagung Sudah Retak Dan Banyak Yang Ditambal.

 

 

 

 

 

Jombang_www.koranpatrolixp.com

Duh parah banget, hasil bangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang dilaksanakan oleh TPK Desa Betek Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Jawa timur, masih berumur beberapa Minggu sudah menunjukkan tingkat kerusakan, dari mulai retak tembus hingga dibeberapa titik keretakan yang terjadi terlihat sudah ditambal tambal.

Dari keretakan dan banyak yang ditambal serta kejanggalan fisik disinyalir tak sesuai pedoman bestek pada JUT tersebut, hal itu diutarakan oleh warga setempat, ketika dirinya ditemui dan dimintai keterangan oleh media koranpatrolixp.com, hanya saja dirinya berharap namanya di inisialkan (K-S). Rabu (2/8/2023).

“Jalan rabat beton yang berada di dusun Betek Utara itu, seingat saya belum lama selesai dikerjakan, kalau tidak salah setelah bangunan jembatan dan penahan jalan, tetapi hasil bangunannya sudah pada retak dibeberapa titik, bahkan keretakan jalan itu ditambal sana sini.” beber narasumber.

Tak hanya itu, perkerasan dasarnya juga dirasa kurang maksimal, sambung narasumber, “Bahkan penampang atas permukaan jalan rabat beton itu juga terlihat hamparan pemerataannya kurang, banyak titik nampak batu koral menonjol keluar, serta finishing gerakan alat (kasutan) untuk menghasilkan air semen naik juga kurang rapi.” jelas narasumber, yang notabene tukang bangunan.

Mirisnya lagi, lanjut penjelasan narasumber. “Keretakan yang terjadi, bukan hanya Jalan Usaha Tani saja, melainkan pasangan batu kali tembok penahan jalan juga ikut retak. Dan setau saya tanah didaerah tersebut rawan gerak. Oleh karena itu, jika proses pengerjaannya asal jadi bangunan, bisa dipastikan bahwa bangunan tidak bisa berumur panjang.” imbuhnya.

Narasumber menilai, bahwa fisik yang sudah direalisasikan oleh pihak pemdes Betek disinyalir tidak sesuai petunjuk teknis dari bestek yang direncanakan, hal itu terlihat hasil cor beton masih baru tapi retak dimana – mana, cobi njenengan tanyakan langsung ke pak lurah mawon mas (coba langsung tanyakan saja ke Kadesnya mas) lebih lanjut.” kata K-S sembari memungkasi penjelasannya.

Sementara itu, dari keterangan narasumber lain juga menambahkan terkait JUT Dusun Betek Utara, dirinya mengatakan. “Mboten semerap mas pinten panjang e jalan meniko (tidak tau mas, berapa panjang jalan cor beton itu) cuma ditulis 50,5 m3, itupun papan informasi yang dipasang sudah sobek, sedangkan prasasti proyek Kulo semerap mboten wonten (kalau prasastinya kelihatan tidak ada).” ungkapnya.

“Tidak disebutkan pinten panjang e, pinten ombone lan pinten kandel e (tidak disebutkan berapa panjangnya, berapa lebar jalan itu dan berapa ketebalannya) namung dijelaskan kubikasi beton saja serta nilai anggarannya, padahal warga juga ingin tau berapa rincian volume yang dikerjakan.” jlentrehnya.

Terpisah, media koranpatrolixp.com berupaya menggali keterangan dan melanjutkan mengkonfirmasi Kepala Desa (Kades) Betek Faruq untuk mengurai kejanggalan yang diungkapkan narasumber, namun kades enggan memberikan penjelasan apa yang dipertanyakan via pesan WhatsApp-nya, pesan yang dikirim hanya sebatas dibaca saja oleh Kades. Rabu sore (2/8/2023).

Sebatas informasi, pembangunan jalan usaha tani (JUT) itu bersumber dari program Jombang Berkadang (berkarakter dan berdaya saing) tahun 2023, menelan biaya Rp.75.000.000, volumenya 50,5 m3, terletak di dusun Betek Utara RT.04 / RW.02, dikerjakan oleh TPK Desa.

Hingga berita ini diunggah, media koranpatrolixp.com belum mendapat penjelasan detail dari kades serta ketua TPk, namun upaya untuk memperjelas dugaan yang dipertanyakan atas kejanggalan fisik tak sesuai bestek terus dilakukan dan berusaha mengkonfirmasi ketua TPK. *Bersambung. (hdk/tim).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses