Terlambatnya Pekerjaan Fisik SLB Negeri Balongsari Jombang, Disinyalir Lemah Pengawasan Dan Rawan Penyimpangan

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Terkait keterlambatan fisik pada pekerjaan pembangunan ruang kelas (RKB), rehabilitasi ruang keterampilan dan rehabilitasi ruang kelas yang berada dilingkup SLB Negeri Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur, disinyalir karena sangat lemah dalam pengawasan, serta kuat dugaan banyak terjadi penyimpangan pada proses pengerjaan.

Pasalnya, dari ketiga paket pekerjaan itu, jangka waktu yang diberikan telah mencapai batas akhir waktu pelaksanaan selama 3 bulan, yaitu tanggal 9 Desember 2022 untuk pembangunan RKB, dan tanggal 14 Desember 2022 untuk batas akhir pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ruang keterampilan dan rehabilitasi ruang kelas. Senin (12/12/2022).

Pada dugaan pekerjaan yang tidak sesuai bestek, dihari sebelumnya tim media tinjau lokasi ketiga bangunan tersebut, dan diketahui pada pekerjaan pembangunan RKB baru, jarak dan jumlah antar kuda kuda galvalume diduga tak sesuai gambar perencanaan yang dibuat oleh Verifikator teknis, serta kusen pintu aluminium tidak terpasang karet silent.

Untuk pekerjaan rehabilitasi ruang keterampilan juga disinyalir ada beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai bestek, seperti kusen kayu memanfaatkan kayu lama, dan kayu tersebut kondisinya pecah pecah, dugaan lain juga pada item finishing kusen pintu aluminium tidak dipasang karet silent, serta rangka plafond teras masih belum dikerjakan.

Dari ketiga paket pekerjaan itu, lemahnya pengawasan dari pihak verifikator yang ditunjuk oleh dinas terkait, bahkan dari dinas terkait pun tidak ada monitoring progress kemajuan fisik pelaksanaan, hal itu yang menyebabkan proses pengerjaan menjadi telat, serta pihak pelaksana pekerjaan juga diduga tidak mematuhi scedulle pelaksanaan yang direncanakan.

Keterangan papan kegiatan yang terpasang dilokasi pekerjaan, diketahui bahwa total anggaran yang digelontorkan untuk tiga paket pekerjaan itu mencapai besar nilainya Rp.455.442.000, bersumber dari APBD (DAK) Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2022, dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, fisik dikerjakan oleh Komite Sekolah.

Hasil keterangan konfirmasi yang disampaikan oleh pelaksana pekerjaan Widodo via chat WhatsApp-nya, dirinya juga menyampaikan atas keterlambatan yang dialami pada ketiga pekerjaan itu, “Kata Pak Kholil, proses tahap 3 belum cair, dan dilapangan kita juga butuh dana buat belanja dan bayar pekerja mbak, posisi saya hanya pelaksana lapangan saja” ungkap Widodo. Senin (12/12/2022).

Terpisah, dihari yang sama, tim media juga berupaya menggali keterangan atas keterlambatan dan banyak beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai, tim berusaha menghubungi Kepala Sekolah SLB Negeri Balongsari Kholil, S.Pd, M.Pd via selular, “Kita pihak sekolah hanya penerima manfaat bangunan mas, tahun sebelumnya memang dikerjakan sekolah, tetapi untuk tahun ini dilaksanakan oleh komite sekolah, coba konfirmasi kepada ketua komite Ridwan” ujar Kholil kepada tim media.

Masih dari penjelasan Kepsek Kholil, “Kalau untuk keterlambatan, memang proses pencairan dana tahap 3 belum cair, hal itu yang menjadikan fisik tersebut terlambat, untuk tahap 2 saja kemarin cair pada akhir bulan November, dan sempat juga para pekerja pernah kita liburkan, karena anggaran selanjutnya belum turun mas” jelasnya.

Disinggung terkait banyaknya item pekerjaan yang tidak sesuai bestek, seperti jarak kuda kuda galvalume serta kusen kayu memanfaatkan bahan material kayu lama, lanjut pemaparan Kepsek, “Untuk jarak kuda kuda dan kusen kayu, itu semua sudah kami sesuaikan gambar dan RAB” ulasnya.

Lebih detail pemaparan Kepsek, “Untuk lebih detailnya, coba njenengan (anda) konfirmasi kepada pak Widodo yang menjadi pelaksana pekerjaan, yang masuk dalam kepanitiaan untuk pekerjaan di ketiga paket tersebut, biar dijelaskan secara detail sama pak widodo” Kholil memungkasi telepon yang dikonfirmasikan tim media.

Keterangan yang dihimpun baik penjelasan dari pihak sekolah maupun pelaksana pekerjaan, disimpulkan bahwa banyaknya dugaan penyimpangan pengerjaan tidak mendapatkan penjelasan teknis, hal itu dari ketiga pekerjaan tersebut patut terus dikawal dan disoroti publik, disebabkan banyak penyimpangan bestek yang direncanakan. (hdk/tim).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses