Melebihi Batas Waktu Pelaksanaan Pembangunan Jamban SMPN 1 Gudo, Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Terkesan Tutup Mata.

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Seakan tidak ada gunanya, pemasangan papan proyek kegiatan dan jangka waktu pelaksanaan yang diberikan untuk pembangunan toilet (jamban) pada sekolah SMPN 1 Gudo kabupaten Jombang Jawa Timur itu.

Hal itu, diketahui saat tim media berada dilokasi, terlihat bahwa pembangunan toilet itu belum selesai 100 persen, masih menyisakan beberapa item pekerjaan, dan para pekerja masih berupaya menyelesaikannya. Senin (14/11/2022).

Nampak pada keterangan papan proyek, disitu disebutkan, jangka waktu pelaksanaan pembangunan toilet (jamban) untuk siswa putra dan putri ialah 90 hari kalender, diawali tanggal 29 Juli dan berakhirnya pekerjaan tanggal 29 Oktober 2022.

Dari keterlambatan progress kemajuan fisik pekerjaan, pihak instansi terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, terkesan tutup mata terkait perihal tersebut, padahal jelas – jelas pekerjaan sudah berakhir jangka waktu pelaksanaannya.

Berakhirnya jangka waktu pelaksanaan untuk pembangunan toilet itu, sampai hari ini juga, fisik masih menyisakan progress hampir 20 persen untuk mencapai prosentase 100 persen, dari keterlambatan pengerjaan terhitung sudah 17 hari molornya penyelesaian akhir.

Disamping molornya pelaksanaan, untuk proses pengerjaan juga diduga tergesa – gesa, mengabaikan metode pelaksanaan dan ada beberapa item pekerjaan, dilaksanakan asal jadi, seperti pekerjaan pondasi batu kali nampak menggantung dari sloof beton, serta ada beberapa celah besar pada pondasinya.

Untuk menggali keterangan pada keterlambatan pembangunan pekerjaan jamban, tim media berusaha mengkonfirmasi kepada Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP di Dinas Pendidikan Indah, diruang kerjanya. Selasa (15/11/2022), tetapi Kasi Kelembagaan dan Sarpras SMP tidak bisa ditemui di jam kantor.

“Bu Indah lagi ada acara diluar mas, mungkin kembali ke kantor sekitar setelah dhuhur” ucap salah satu staff kantor Kastamah.

Lebih lanjut, tim media kembali ke kantor Dinas Pendidikan, yang berada di gedung C, tetap belum bisa menemui Kasi Kelembagaan dan Sarpras SMP, Indah.

Tim media sampai saat ini belum mendapatkan keterangan dari Dinas terkait, untuk mencari kejelasan pada pekerjaan yang diduga melanggar kontrak, yaitu keterlambatan fisik, upaya menggali keterangan terus dilakukan tim, sampai berita ini diunggah, upaya tersebut terus digali. (hdk).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses