LSM TC Jatim Kritisi Kinerja Dinas Pendidikan Jombang Dan Fasilitator, Pada Pekerjaan Tiga Paket Infrastruktur Di SMPN 1 Gudo

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Dugaan kejanggalan dan pekerjaan yang disinyalir banyak penyimpangan antara bestek dengan realisasi pelaksanaan, serta kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terkesan tutup mata terkait infrastruktur yang ada di SMPN 1 Gudo Kabupaten Jombang.

Selain itu, dipertanyakan juga pihak Fasilitator sebagai perencana teknis dan pengawalan teknis pada saat pengerjaan bangunan fisik berlangsung, tetapi pihak Fasilitator jarang terlihat dilokasi pekerjaan. Padahal dari awal pekerjaan dilaksanakan sampai akhir pekerjaan, Fasilitator harus mengawal terus dalam proses pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi.

Diketahui, pihak fasilitator telah mengabaikan kontrak kerjasama yang ditanda tangani, antara pihak pertama yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Jawa Timur, dan pihak kedua yaitu tenaga ahli, untuk mengawasi proses pekerjaan di tiga paket bangunan itu.

Pasalnya, diketahui dilapangan pada saat proses pengerjaan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan toilet (jamban) siswa, diduga tanpa komando dan pengawalan dari pihak fasilitator dan pantauan Dinas Terkait, jarang sekali terlihat fasilitator mengawal proses pengerjaan. Kamis (17/11/2022).

“Seharusnya pihak fasilitator, dari awal pekerjaan dilaksanakan, harus mengawal dan mengkomando terus pada saat proses pengerjaan, dan itupun sampai akhir pengerjaan dilaksanakan” tutur Ketua LSM TC Jatim, saat dimintai keterangan perihal tiga paket pekerjaan fisik dilingkup SMPN 1 Gudo Jombang. Kamis (17/11/2022).

Dikarenakan pihak fasilitator, lanjut penjelasan Anang ketua LSM TC Jatim, menandatangani kontrak kerja yang diberikan oleh pihak pertama, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, itu artinya, fasilitator harus mengawal proses pengerjaan.

Selain itu, dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, juga terkesan melempem untuk menindaklanjuti setiap pekerjaan yang telah terlambat pelaksanaannya, diketahui untuk pembangunan toilet siswa telah berakhir jangka waktu pelaksanaannya pada tanggal 29 Oktober 2022, tetapi kemajuan fisik dilapangan belum mencapai progress 100 persen.

“Seharusnya Dinas Pendidikan Jombang, memonitor dan mengawasi pekerjaan yang dilaksanakan dilingkup SMPN 1 Gudo, tetapi fakta dilapangan, tidak ada tindakan dan peringatan untuk pekerjaan yang molor dari tanggal kontrak” ucap Anang.

Untuk itu, lanjut pemaparan Anang, kita sebagai kontrol sosial (LSM TC Jatim – red), akan melakukan investigasi lebih detail ke lokasi pekerjaan fisik pembangunan di SMPN 1 Gudo, jika benar adanya telah melanggar kontrak, kita akan laporkan kepada Inspektorat Jombang dan Kejaksaan Jombang, untuk ditindaklanjuti.

Masih dari penuturan Anang, “Kita akan melaporkan itu semua ke pihak APH dan kejaksaan Jombang maupun inspektorat Jombang, atas dugaan permainan pada kontrak yang telah ditanda tangani, tetapi tidak dilaksanakan sesuai isi dalam kontrak” imbuhnya.

“Kesimpulannya, jelas – jelas didalam proses pekerjaan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan toilet siswa putra maupun putri di SMPN 1 Gudo, disinyalir ada permainan pekerjaan, untuk itu kita terus menyoroti pada pekerjaan tersebut” Anang memungkasi. (hdk/tim).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses