itu juga Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri Segodorejo Jombang Diduga Gudangnya Penyimpangan, Ini Detail Penjelasannya.

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Rehabilitasi sedang / berat untuk ruang kelas SD Negeri Segodorejo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang Jawa Timur, proses pengerjaannya diduga banyak sekali penyimpangan, mulai dari mutu material yang dipasang, sampai pada kategori pelaksanaan Swakelola atau penunjukan penyedia jasa, untuk mengerjakan bangunan itu.

Proses pelaksanaan, ada beberapa item pekerjaan disinyalir tidak sesuai dengan perencanaan teknis, bahkan lebih mirisnya lagi, lemahnya pengawasan yang ditunjuk oleh Diknas Jombang untuk mengawal proses pelaksanaan, tidak nampak standby dilokasi, terkesan menyalahi aturan kontrak yang ditanda tangani dengan pihak pertama.

hal itu terlihat saat tim media tinjau kelokasi pekerjaan rehabilitasi, diketahui pada jenis pekerjaan penutup atap baru, dalam gambar bestek telah disebutkan pasang Bubungan baru, tetapi dalam pelaksanaan Bubungan lama dipasang kembali. Dan pekerja melaksanakan tanpa pengawalan konsultan maupun komando dari pelaksana. Sabtu (3/12/2022).

Pada dugaan penyimpangan yang lain, untuk jenis pekerjaan pasang kusen kayu baru, dilokasi proyek diketahui bahwa mutu serta kualitas kayu untuk pekerjaan kusen sangat jelek, itu terlihat pada serabut dan pori – pori kayu, bahwa kayu yang terpasang kayu kualitas rendah. Hal tersebut juga layak disoroti publik, masyarakat dan aktivis lainnya.

Untuk jenis pekerjaan penutup atap pada item pasang papan kompres beserta lapisan seng BJLS juga tidak nampak dikerjakan oleh pihak pelaksana, yang sangat memprihatikan lagi kondisi plesteran kompres tidak ada finishing seperti benangan maupun acian, apa tidak merembes.

Jenis pekerjaan lain yang diduga sarat penyimpangan, untuk item pekerjaan rangka plafond yang memakai bahan besi hollow, disebutkan diketerangan gambar teknis, bahwa modul rangka plafond ialah 40×40 cm dan 40×20 cm untuk penutup plafond bahan kalsibord ukuran 120x240x0.5 baru, tetapi fakta dilapangan diketahui tidak sesuai yang dijelaskan teknis.

Program tersebut dari Pemerintah Kabupaten Jombang lewat Satker Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, untuk pekerjaan rehab dua ruang kelas, tetapi sistem pelaksanaan, metode pelaksanaan banyak penyimpangan, dan konsultan teknis diduga lemah dalam pengawasan, serta untuk kategori pekerjaan tersebut, Swakelola atau dikerjakan oleh penyedia jasa, hal itu menuai pertanyaan, sebab diketahui yang mengerjakan dari Nganjuk.

Untuk keterangan transparansi pekerjaan itu, pihak pelaksana juga sengaja tertutup dan tidak memasang papan proyek, dan dalam penulisan tanggal kontrak juga tidak disebutkan SPMK tertanggal berapa, hanya disebutkan jangka waktu pelaksanaan 60 hari kalender, dari situ tidak diketahui proyek itu berakhir tanggal berapa.

Penjelasan dari papan kegiatan proyek disebutkan, kegiatan pengelolaan pendidikan sekolah dasar, untuk pekerjaan rehabilitasi sedang / berat SDN Segodorejo, nilai kontrak yang dialokasikan sebesar Rp.149.500.000, nomor kontrak 027/4714.2.4617.66/PPK/415.16/2022, sumber dana P-APBD Kabupaten Jombang TA.2022, penyedia jasa CV. Bangun Maju Karya, jangka waktu pelaksanaan 60 hari kalender.

Atas banyaknya dugaan kejanggalan dan sarat penyimpangan pada rehabilitasi ruang kelas itu, tim media berupaya menggali keterangan teknis dan detail pekerjaan kepada pelaksana proyek via selular, dan pihak pelaksana menjelaskan apa yang dipertanyakan pada dugaan itu, tetapi jawaban yang dilontarkan tidak pada pokok dugaan. Sabtu (3/12/2022).

“Sing pean maksud hollo opo mbak, (yang ada maksud itu besi hollow pekerjaan apa, mbak” jawab pelaksana, terkesan tidak sesuai yang dipertanyakan tim media.

Lanjut balasan dari pihak pelaksana proyek, pean wes telpon pak Samsul to mbak, “Apa anda sudah menghubungi pak Samsul kah, pripun to mbak (gimana mbak), coba telp ke pak Samsul saja, karena saya ini hanya sebatas tukang” beber pelaksana, sembari menyembunyikan status dalam proyek tersebut.

Saat ditanya, terkait gambar bestek disebutkan kalau pekerjaan Bubungan genteng memakai bahan material baru, tetapi fakta dilapangan diduga dengan sengaja Bubungan genteng lama dipasang kembali, tetapi tidak ada jawaban penjelasan lagi dari yang dikonfirmasikan media.

Untuk memperjelas banyaknya dugaan penyimpangan pada pekerjaan rehabilitasi ruang kelas itu, media terus berupaya menggali keterangan kepada konsultan pengawas maupun pihak Dinas terkait, serta memperjelas juga dalam hal kontrak pengawas yang diduga melanggar aturan yang ditanda tangani.

Sampai berita ini diunggah, semua hasil keterangan yang dihimpun masih belum jelas dan nihil, tetapi usaha media mengurai ketimpangan dan kejanggalan pada paket tersebut terus diupayakan, baik dari pihak penerima manfaat yaitu SD Negeri Segodorejo, penyedia jasa, sampai Diknas Jombang dan konsultan, untuk keseimbangan dalam pemberitaan. (hdk).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses