Empat Titik Irigasi Beton Bertulang Desa Sukomulyo Jombang, Banyak Menuai Pertanyaan Terkait Hasil Bangunannya

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Jenis kegiatan pembangunan saluran irigasi pada pekerjaan irigasi beton bertulang yang berada di desa Sukomulyo Kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang Jawa timur, banyak menuai pertanyaan pada hasil fisik bangunan yang sudah selesai dikerjakan.

Hasil dari fisik irigasi beton yang terbagi empat titik di tiga dusun itu terlihat banyak kejanggalan, mulai dari keroposnya dinding saluran yang mengakibatkan batu pecah mesin atau koral untuk komposisi beton itu nampak terbuka dan berpori pori besar. Minggu (4/12/2022)

Serta pada saat proses pengerjaan bekesting untuk pembentukan dinding beton saluran, disinyalir tidak memperhatikan aturan metode pelaksanaan didalam spesifikasi teknis, jadi hasil dari saluran itu sedikit mengular.

Yang lebih menjadikan pertanyaan, dari bekas sambungan bekesting, telah nampak banyak sekali benjolan benjolan beton pada saat pengecoran, diduga perancah kayu kurang kuat menahan pada saat proses cor, dan akhirnya menjadikan dinding beton tebalnya tidak beraturan.

Dari beberapa pertanyaan serta dugaan kejanggalan pada saluran di empat titik irigasi beton itu, masyarakat juga bisa menilai sendiri, mana bangunan yang layak dan standart sebuah saluran, mana yang saluran saat pengerjaannya asal jadi bangunan saja.

Menurut penuturan narasumber sekaligus warga sekitar juga mempertanyakan pada finishing saluran disemua titik yang sudah selesai dilaksanakan, dan dirinya menyampaikan perihal itu. Minggu (4/12/2022).

“Bangunan irigasi beton seperti itu, ada empat titik dibagi beberapa dusun, yang menjadikan pertanyaan, kok tidak ada finishing acian pada dinding beton, nopo kados ngoten mas mantun e garapan (apa seperti itu mas, selesainya pekerjaan” tanya narasumber sambil menunjuk dinding yang keropos.

Yang lebih mirisnya lagi, pada saat mengerjakan bekesting, lanjut penuturannya, kok hasilnya seperti itu, menyisakan benjolan benjolan beton yang membekas pada dinding saluran, dan juga menimbulkan pori pori keropos terlihat koral betonnya.

Lebih lanjut penuturan narasumber, “Pada dinding saluran irigasi itu sudah banyak bolong bolong, ada juga yang sudah menggantung dari dasar saluran, itu terlihat pada saluran irigasi Dusun Cakul Lor” jelasnya.

Untuk saluran irigasi yang baru selesai dikerjakan, ialah saluran yang berada di Dusun Cakul Lor RT.02 / RW.02, tandas narasumber, tetapi hasilnya juga sama seperti saluran yang sebelumnya sudah selesai, seperti saluran yang ada di dusun sigaran dan dusun Cakul kidul.

Ia menilai, tambah penjelasannya, jika keempat bangunan irigasi beton itu ada sesuatu dalam pelaksanaannya, dirinya menganggap dan menduga ada permainan, “Dalam pelaksanaan pembangunannya pasti ada permainan, entah pada mutu bangunan atau pada anggaran” tanya narasumber.

Masih dari penuturan narasumber, “Jika hasil bangunannya seperti itu, saya yakin (narasumber – red), tidak lama lagi, bangunan tersebut sudah berlumut, sebab, tanpa adanya finishing semacam acian semen gitu, terlebih lagi, juga banyak titik keropos disepanjang saluran itu, menyebabkan air masuk ke dinding bangunan” sumber mengakhiri penjelasannya.

Diketahui dari keempat prasasti proyek yang terpasang dilokasi, saluran irigasi beton Cakul lor RT.02 / RW.02 menelan biaya sebesar Rp.96.286.100, volume pekerjaan 131m x 0.80m x 0.70m dan 110m x 0.90m x 0.60m, untuk dusun Cakul kidul menelan biaya sebesar Rp.59.015.500, volume pekerjaan 233m x 0.10m x 1.05m.

Sedangkan untuk irigasi beton yang berada di dusun sigaran, menelan biaya sebesar Rp.46.102.100, volume pekerjaan 122m x 0.70m x 0.70m, untuk dusun Cakul lor bangunan pertama, menelan biaya sebesar Rp.66.089.200, volume pekerjaan 137m x 0.70m x 0.70m, dikerjakan oleh TPK Desa dan bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022.

Terpisah, untuk menggali keterangan pada item finishing di empat titik irigasi beton bertulang itu, media mencoba menemui Kaur Perencana Desa Sukomulyo M. Reza Pahlefi dikantor desa, dan dirinya menjelaskan. Selasa (6/12/2022).

“Kalau setahu saya, ya seperti itu selesainya, pekerjaan irigasi keempat titik itu mas, ya kalau lebih detailnya nanti saya cek di RAB dulu” ucap kaur perencana Reza kepada media patroli.

Disinggung terkait banyaknya dinding irigasi yang nampak keropos dan banyak benjolan bekas bekesting, apa tidak dilakukan finishing ulang, “Ya nanti saya kordinasikan lagi dengan ketua TPK mas” pungkasnya. (hdk).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses