Dibalik Terlaksananya Rekonstruksi Jalan Carangwulung – Sumber (BK), Tetapi Hasil Pekerjaan Meninggalkan Polemik.

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Sudah hampir seminggu selesainya pengerjaan proyek Rekonstruksi Jalan Carangwulung – Sumber (BK) Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, tetapi dari selesainya pekerjaan itu, banyak menyisakan polemik dan beberapa kejanggalan pada saat proses pelaksanaan yang ada diruas jalan tersebut.

Dari perihal itu, disampaikan oleh narasumber dan juga seorang kelompok pengelola sarana prasarana air minum dan sanitasi (KPSPAMS) desa setempat, sebut saja S-M-T (inisial), dirinya mengutarakan terkait polemik yang ada, serta hasil dari pekerjaan jalan itu banyak dugaan yang patut dipertanyakan. Selasa (17/1/2023).

“Proyek Rekonstruksi yang berada di desa Carangwulung, baru seminggu selesai dikerjakan, tetapi ada jenis pekerjaan sudah ambrol, yaitu pekerjaan saluran beton pra cetak” tutur S-M-T kepada media, saat dimintai keterangan persis dititik ruas jalan yang dilaksanakan.

Ambrolnya saluran itu, sambung pemaparannya, diduga kondisi permukaan tanah urugan dasar saluran kurang maksimal saat melakukan pemadatan dengan alat berat. “Proses pemadatan urug bawah saluran kurang maksimal, diketahui pada saat proses, lintasan alat berat (Baby Roller) tidak dilakukan beberapa kali” ujarnya.

Menurutnya, jika hasil pekerjaan saluran seminggu sudah ambrol, gimana nantinya sistem pembuangan air hujan dititik ruas jalan itu, apa tidak menyebabkan genangan air pada bahu jalan. Ia juga menambahkan, “Dari ambrolnya saluran itu pada saat hujan deras dari pagi sampai sore hari kemarin” jelas S-M-T.

Tak hanya itu, pada saat pengerjaan pelebaran jalan juga banyak kejanggalan, dari mulai tulangan besi yang dilaksanakan, sampai lapisan plastik bawah cor beton pelebaran jalan. Parahnya lagi, tandasnya, alat berat yang didatangkan kelokasi, sering tidak dipergunakan, terkesan hanya untuk formalitas saja, (buat pajangan dilokasi).

Ia menduga, jika proses pengerjaan rekonstruksi ruas jalan itu, dilaksanakan asal – asalan, saya menilai bahwa pekerjaan tersebut sarat penyimpangan dari bestek, serta ada beberapa metode pelaksanaan yang sengaja tidak dikerjakan. “Seharusnya jalan setelah dikerjakan menjadi bagus, la ini tidak, malah meninggalkan polemik yang ada, saluran rusak, pipa warga juga rusak” jlentrehnya.

Selain S-M-T, narasumber lainnya juga menambahkan polemik yang ada dipekerjaan tersebut, ia menjelaskan kepada tim media. “Terkait rusaknya saluran pipa air minum milik warga desa Carangwulung, beberapa minggu yang lalu rusak diterjang alat berat Eskavator disaat menggali tanah untuk pelebaran jalan, tetapi pihak penyedia jasa (kontraktor) seakan tidak mau bertanggung jawab atas rusaknya pipa itu” kata narasumber.

Lebih lanjut penjelasan narasumber, selain tak ada itikad baik kepada masyarakat atas rusaknya jaringan pipa air bersih warga, perwakilan dari pihak penyedia jasa juga enggan mengajak komunikasi kelompok pengelola air minum di desa tersebut, padahal jelas – jelas saluran pipa yang rusak itu sangat dibutuhkan oleh warga setempat, kontraktornya sangat tidak manusiawi.

Ia berharap, tambahnya, “Pihak penyedia jasa mau merealisasikan ganti rugi pipa yang sudah diperbaiki oleh warga sendiri dengan cara sukarela dalam mengumpulkan pundi pundi rupiah, supaya kebutuhan air minum tetap bisa didapatkan dari sumber mata air” pungkasnya.

Perlu diketahui, dari keterangan, proyek Rekonstruksi jalan carangwulung – Sumber, bersumber dana dari APBD TA. 2022, alokasi anggaran yang dikucurkan sebesar Rp.3.457.447.402,46, jangka waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, penyedia jasa CV. Fajar Mulia dan konsultan pengawas CV. Media Prima Konsultan.

Terpisah, dihari berikutnya, tim media berupaya menggali kejelasan kepada Kabid Dinas PUPR Kabupaten Jombang Agung Setiadji via selular, atas dugaan proses pengerjaan yang diduga banyak penyimpangan, serta pihak penyedia jasa tidak mau ganti rugi atas rusaknya pipa air minum, seakan tidak bertanggung jawab. Rabu (18/1/2023).

“Kalau dilihat dari foto yang njenengan (anda) konfirmasikan, lahan memang belum siap untuk dilakukan pengecoran, jadi memang belum dipasang besi tulangan Wire mesh.” dalih Kabid PUPR.

Ditanya, bahwa proses pengerjaan, selain memanipulasi material besi untuk tulangan pelebaran jalan, serta metode pelaksanaan pemadatan urug kurang maksimal, Agung menambahkan, “Info dari lapangan tidak ada yang seperti itu” katanya.

Ia juga menambahkan, “Yang pasti, pemadatan tetap dilakukan sebelum tahap pekerjaan pengecoran” pungkasnya. (hdk/wdynti).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses