Bok Lawas Kolonjono Desa Turipinggir Megaluh, Jadi Destinasi Wisata Gratis Dan Cocok Juga Nikmati Sambal Iwak Kali.

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Bok Lawas atau bangunan berupa Dam (pintu air) peninggalan zaman kolonial Belanda ditahun 1926 yang berada di Desa Turipinggir Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur, kini disulap oleh beberapa masyarakat sekitar menjadi tempat destinasi wisata gratis.

Tak hanya itu, ditempat bok lawas Kolonjono juga banyak beberapa penjual yang menyuguhkan beraneka ragam dagangan, baik itu berupa cemilan, jajanan tradisional, kedai kopi maupun kedai makanan sambal trasi dadakan atau penyetan iwak kali (ikan sungai).

Ditempat itu juga, banyak disediakan payung tenda yang berada ditanggul sungai brantas, cocok sekali buat refreshing maupun sebatas bersantai, sambil mendengarkan derai ombak sungai brantas dan paling ditunggu oleh pengunjung yaitu panorama sunset (terbenamnya matahari) yang sangat indah.

Pemilik kedai makanan sambal dadakan atau penyetan, Lilis Wahyuningsih mengatakan, di dam kolonjono sini sangat ramai sekali disaat sore hari, bahkan kalau hari libur tanggal merah maupun weekend, banyak sekali pengunjung berdatangan, tak hanya masyarakat Jombang saja. Banyak juga pengunjung dari Kediri, Mojokerto bahkan Nganjuk.

“Untuk melayani pengunjung yang datang ke Bok Lawas Kolonjono, saya sediakan tempat tenda payung dibantaran sungai Brantas, karena tempatnya nyaman untuk menikmati sambal trasi dadakan dan penyet iwak kali, sembari melihat suasana sungai mengalir.” kata pemilik kedai sambelan. Minggu (18/2/2023).

Bagi para pengunjung wisata dam kolonjono, penasaran ingin mencoba sambal trasi dadakan, tidak usah takut mahal, sebab, kedai kami menyediakan menu ekonomis dan harganya pun tidak bikin kantong bolong. “Seporsi cuma 15 ribu. Apalagi iwak kali yang disiapkan selalu fresh setiap hari.” tutur Lilis.

Spesial menu sambal yang saya sediakan, sambal trasi atau sambal korek dadakan, sekali uleg dan bahan sambal masih segar. “Apalagi iwak kali digoreng sampai kering, kemudian dipenyet dalam cobek sambal, yakin pasti bikin ketagihan pedasnya.” iming – iming Lilis.

Masih Lilis, apalagi makan bareng keluarga ataupun teman, pas sekali bila menikmati hari libur dan refreshingnya sambil mencoba makan penyetan iwak kali, “Toh juga iwak tersebut hasil tangkapan dari sungai Brantas yang berada disekitar wisata bok lawas Kolonjono.” imbuhnya.

Kepala Desa (Kades) Turipinggir Gunasir Wibowo menambahkan, bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya, untuk mengisi hari libur dan sebatas melepas penat dari aktifitas sehari hari, tidak ada salahnya datang ke wisata gratis di bok lawas Kolonjono, tempatnya nyaman dan masih asri.

“Bok lawas Kolonjono sangat cocok untuk refreshing dan santai, karena destinasi wisata gratis ditempat tersebut bagus untuk kumpul kumpul sambil ngopi, selain itu panorama matahari terbenam sungguh indah dilihat persis dari bantaran sungai.” ujar Kades.

Pada bangunan bok lawas Kolonjono, sambung penuturan Kades, seringkali dibuat untuk Photo Out Door (Prewedding), karena bok kolonjono cocok untuk background foto nampak bangunan zaman dulu. “Seringkali calon pengantin mengambil nuansa zaman Belanda, pas sekali jika bok Kolonjono menjadi media fotonya.” jelasnya.

“Tak hanya pagi dan sore hari saja, pada malam hari pengunjung bok lawas Kolonjono sangat ramai sekali, karena dilokasi banyak dipasang lampu penerangan yang memutari tenda payung yang berada di bantaran sungai, serta pada lapak pedagang pun gemerlap lampu yang terpasang.” jelas Kades.

Kedepan Kades Turipinggir berharap, wisata bok lawas Kolonjono bangunan kolonial Belanda tersebut, menjadi bagian wisata rekreasi di Kabupaten Jombang. “Semoga bangunan bok Kolonjono mendapat perhatian dari Pemerintah, supaya bok Kolonjono masuk dalam daftar tempat wisata, namun semua itu butuh campur tangan dari Pemerintah.” harap Kades. (hdk/wdynti).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses