Berkas Laporan Kasus Dugaan Penipuan Pada Tahun 2020 Masih Dalam Pencarian  

SUMENEP – www.koranpatrolixp.com

khusus dugaan penipuan jual beli emas hingga pengusaha pemilik toko, dilaporkan ke polres sumenep pada tahun 2020 yang silam, sampai saat ini terus dipertanyakan oleh beberapa media yang tergabung dalam asosiasi wartawan Demokrasi Indonesia AWDI Sumenep. 

Beberapa media mendatangi kantor polres sumenep guna memastikan sampai dimana proses hukumnya sampai saat ini kepada kasi humas polres sumenep. Namun upaya beberapa media hampir tidak membuahkan hasil lantaran kasih humas  tidak ada di kantornya.

Tidak patah semangat para kuli tinta mengambil langkah selanjutnya demi mendapatkan jawaban dari kasi humas polres sumenep sehingga menghubungi melalui aplikasi whatsapp namun tetap saja tidak mendapat jawaban yang pasti hanya saja mendapatkan jawaban jika humas masih ada kegiatan di gapura.

“Saya ada kegiatan di Gapura, Ditanya lagi sampai kapan kegiatannya di gapura iya menjawab, Belum tahu mas

Tidak hanya satu kuli tinta yang menghubungi kasi humas polres sumenep hanya saja tetap tidak membuahkan hasil jawabanya yang pasti, 
  
Pasalnya,  Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, SH., berkas kasus dugaan penipuan terhadap konsumen yang dilaporkan oleh warga Sumenep berinisial B pada tahun 2020 silam itu saat ini masih dalam pencarian.

” Masih dicari berkasnya,” ungkap AKP Widiarti, SH., Kamis (16/11) melalui chat aplikasi wathsapnya.

Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2020 silam, sejumlah pengusaha/pemilik toko emas di Kabupaten Sumenep dilaporkan ke Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor : LP/56/II/2020/JATIM/RES SUMENEP, sejumlah pemilik toko emas di Sumenep tersebut dilaporkan atas dugaan tindak pidana pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, berat bersih sebagaimana dinyatakan dalam label barang, dan setidak-tidaknya melakukan penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 62 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen jo pasal 378 KUH Pidana.

Namun kasus dugaan penipuan terhadap konsumen ini terkesan hilang bagaikan ditelan bumi. Pasalnya, progres dari proses hukum kasus tersebut tidak pernah disampaikan ke publik oleh Polres Sumenep.

Padahal berdasarkan data yang dikantongi oleh awak media, pada tahun 2020 silam, proses hukum kasus tersebut telah memasuki tahap pemanggilan terhadap saksi-saksi dan terlapor.

Guna memastikan ihwal proses hukum kasus dugaan penipuan jual beli emas dengan terlapor sejumlah pemilik toko emas di Sumenep itu, awak media melakukan upaya konfirmasi kepada Kasi Humas Polres Sumenep AKP, Widiarti, SH., melalui chat aplikasi wathsapnya.

Namun sayang polwan senior di Polres Sumenep itu masih belum bisa memberikan keterangan secara detail terhadap pewarta. Ia hanya menyampaikan akan mengechek dulu kasus tersebut.

” Kita chek dulu,” singkatnya, Rabu (16/11).

Pewarta | Tim@

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses