Ambrolnya Sayap Jembatan Rekonstruksi Jalan Carangwulung – Sumber (BK), Diduga Pengerjaan Tak Sesuai Bestek

Jombang – www.koranpatrolixp.com

Duh jebol, sayap jembatan dari pasangan batu kali yang berada diruas sekitar STA 0.200 mengalami kerusakan, bahkan diketahui dari pantauan media koranpatrolixp.com, jebolnya pasangan itu diakibatkan hujan deras pada hari rabu kemarin. (17/1/2023).

Jebolnya sayap jembatan itu diduga tidak kuat menahan debit air hujan yang mengguyur lokasi pekerjaan, sehingga pasangan batu kali itu hancur berserakan, dan kuat dugaan spesi untuk pasangan penahan urugan itu tidak sesuai bestek yang direncanakan.

Dari penjelasan narasumber yang bisa dipertanggung jawabkan keterangannya, ia mengatakan kepada awal media, saat ditemui persis dilokasi, terkait jebolnya sayap jembatan itu. Kamis (18/1/2023).

“Hari Rabu kemarin, diketahui bahwa sayap jembatan yang berada di pekerjaan rekonstruksi jalan Carangwulung itu ambrol selebar kurang lebih 5 meter.” tuturnya kepada media koranpatrolixp.com

Ambrolnya sayap jembatan itu, sambungnya, disebabkan dari guyuran hujan kemarin, dan mirisnya lagi, umur pasangan batu kali itu masih semingguan, kalau terkena derasnya aliran air hujan jelas tidak mungkin, karena disisi pinggir jalan itu sudah ada pekerjaan gorong – gorong baru.

Ia juga menambahkan, dari ambrolnya sayap jembatan itu, saya menduga karena spesi pasangan tidak umum, “Pada saat membuat adukan spesi, tidak ada takaran perbandingan, semen satu sak dan pasirnya tanpa ukuran, dari tumpukan pasir langsung dimasukkan untuk campuran spesi” bebernya.

“Pasangan batu kali itu ambrol, diketahui dari tidak kuatnya menahan urugan yang ada diatas sayap jembatan itu, bukan disebabkan dari derasnya aliran air hujan yang mengarah ke area jembatan” imbuhnya.

Sementara itu, dari keterangan dan penjelasan dari Kepala Bidang (Kabid) PUPR Kabupaten Jombang Agung Setiadji, saat dimintai keterangan terkait ambrolnya sayap jembatan ruas jalan Carangwulung. Rabu (18/1/2023).

“Kemarin kami sudah tindaklanjuti dengan menginstruksikan kepada penyedia jasa (kontraktor) untuk segera melakukan perbaikan sayap jembatan yang ambrol itu” tutur Agung.

Disinggung terkait ambrolnya sayap jembatan tersebut, disebabkan oleh apa Bapak, Agung membeberkan, “Pada hari Selasa kemarin terjadi hujan deras, sehingga volume aliran air sangat besar, dan aliran itu membawa beberapa material (sampah dan ranting) mengarah kesitu” tandasnya.

Lebih lanjut penuturan Kabid, “Sehingga material sampah itu menyumbat sebagian aliran air, hal tersebut menyebabkan rembesan di gorong gorong box culvert yang akhirnya sayap tersebut kena gerusan dan ambrol” Agung memungkasi.

Perlu diketahui, relokasi jalan Carangwulung – Sumber, menelan biaya sebesar Rp.3.457.447.402,46, dari besarnya anggaran itu ada item pekerjaan gorong – gorong dan tembok penahan jalan, serta pekerjaan sayap jembatan yang ambrol. Selain pekerjaan utama yaitu pelebaran jalan.

Sedangkan, fungsi dari gorong – gorong tersebut, untuk menanggulangi aliran air hujan yang mengarah ke sungai besar, lebih tepatnya berada di jembatan yang saat ini kondisi sayapnya memprihatinkan. (hdk/wdynti).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses