Aliran air sungai PT Meares Soputan Mining (MSM) Di Duga Tercemar dan Panas kembali merugikan rakyat.

 

 

Likupang, Patrolisulut.com – 

Aliran air sungai PT Meares Soputan Mining (MSM) Di Duga Tercemar dan Panas kembali merugikan rakyat.

Di awal tahun baru 2024 tepatnya 03-Januari-2024 jam 05:30 terjadi pemblokiran jalan akses ke perusahaan PT MSM di sebabkan oleh seorang bapak: Jerol Kowaas, lebih dalam awak media Patroli masuk serta mendalami persoalannya di sebabkan oleh ternak sapi JK meminum air sungai pangisan yang merupakan air buangan olahan perusahaan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining (MSM) mengaliri pemukiman serta areal perkebunan masyarakat desa Resetlemen kecamatan Likupang Timur, berarti dugaan kami air yang mengaliri sungai kami ini sudah tercemar lagi pula awalnya sungai kami tidak panas sekarang sudah menjadi panas dan berubah warna.
Jerol kecewa karena beberapa hari yang lalu sudah di laporkan tetapi pihak perusahaan PT MSM mengabaikan nanti sudah ada demo seperti ini baru turun, keterwakilan PT MSM yang turun bernegosiasi dengan Jerol pemilik sapi di mana ke ingin Jerol sapinya harus di ganti karena sudah menjadi lumpuh dan sebagian badannya hangus karen panasnya air sungai pangisan tersebut kepada keterwakilan perusahaan PT MSM Irfan Tutupo dan akan di sampaikan pada pimpinan perusahaan, bila pihak perusahaan PT MSM tidak menepati janji bahwa besok tgl 04-01-2024 Menganti ternak sapinya saya Jerol akan menutup akses jalan untuk kendaraan perusahaan sampai pihak perusahaan menepati janji apapun resikonya Jerol siap sebab ini sapi satu-satunya menjadi pencari saya.


Di lain tempat awak media Patroli berkunjung ke departemen Comunity PT MSM mengklarifikasi kasus ini Irfan Tutupo menghindar, berkat teman sekerjanya Royke Karundeng mencoba menghubungi Irfan by telp mana kesepakatannya sebagai keterwakilan perusahaan PT MSM yang turun ke lokasi bukan mengantikan tetapi akan mengfasilitas Jerol selaku korban pemilik sapi dengan pemberdayaan program departemen Comunity PT MSM, jadi dengan keterangan kedua sumber baik pihak masyarakat yang menjadi korban sapinya dengan perusahaan PT MSM ada keganjilan seakan-akan lari dari kenyataan, tetapi hal ini sudah sering kali di lakukan oleh pihak perusahaan yang tidak mau mengakui kesalahannya.
Saya sangat kecewa di tanggal yang sama tahun lalu 03-01-2023 dan 03-01-2024 di tempat yang sama sungai pangisan desa Resetlemen kecamatan Likupang Timur ini terjadi hal yang sama matinya sapi warga tetapi kesannya selalu di tutupi mudah-mudahan jangan sampai jatuh korban nyawa manusia di tempat alirannya sungai pangisan, harapan pihak pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan, kabupaten Minahasa Utara dan pusat mari berbuka hati berpihak di jeritan hati masyarakat jangan memperberatkan ke pihak masyarakat sebab aset negara yang berharga itu adalah masyarakat ungkap Tokoh Masyarakat Tokoh Adat di Tanah Linekepan Dr.J.Lengkong mengakhiri pembicaraan dengan media Patroli.

PATROLI MJN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses