Meski Tua Renta, Poniman Asal Gondangmanis Jombang Tetap Berjualan Keliling Untuk Keluarga.

Jombang, www.koranpatrolixp.com

Meski usia nya sudah tidak muda lagi, Poniman (65 tahun) penjual sate Kol asal desa Gondang manis kecamatan bandar Kedungmulyo kabupaten Jombang Jawa Timur tersebut, masih bekerja keras mencari rejeki berjualan keliling dagangannya. Usianya lebih dari setengah abad, Poniman masih kuat berkeliling menjajakan dagangannya dari satu desa ke desa lainnya.

Dirinya berjualan sate Kol keliling, untuk menafkahi keluarga serta anak dan cucunya yang ada di daerah asalnya yaitu Trenggalek, Mbah Man sapaannya, berjualan keliling sudah hampir lima tahun, dengan mengayuh sepeda reotnya, Mbah Man keliling di daerah sekitar Gudo, Diwek dan perak Jombang.

Meski begitu, Mbah Man terkadang sesekali beristirahat untuk menghilangkan rasa capek dan panasnya terik matahari disaat dirinya menjajakan dagangannya diwaktu siang, namun dirinya tetap semangat, semua itu demi anak istri dan cucunya.

“Kalau tidak jualan seperti ini, nanti keluarga saya yang dirumah makan apa mas, karena saya jadi tulang punggung keluarga supaya bisa makan semua.” tutur Mbah Man kepada media koranpatrolixp.com saat ditemui sedang melayani pembeli. Jum’at (17/3/2023).

Hasil dari saya jualan sate Kol, sambung penuturan Mbah Man, anak, istri dan cucunya ada di Trenggalek Jawa Timur, “Apabila hasil berjualan sate Kol cukup untuk dibawa pulang kerumah trenggalek, saya kirimkan ke keluarga yang disana, kebetulan di Jombang, saya tinggal dengan adik kandung di desa Gondang manis.” katanya.

Untuk dagangan sate Kol, kebetulan saya berupaya mengolah sendiri, namun bahan dari kol hidup saya beli dari orang yang mencari kol disawah. “Pada waktu proses pengolahan sate Kol, saya lakukan malam hari, dan pagi hari jam 6 pagi sudah saya jajakan keliling desa, mulai dari perak, Gudo sampai ke daerah Diwek.” sambungnya.

Meski usia saya sudah tua, lanjut penuturan Mbah Man, saya tidak mau menyerah dan mengharapkan belas kasihan dari orang. “Karena saya tahu, rejeki sudah ada yang mengatur, selagi kita mau berusaha dan bekerja, Insya Alloh diparingi kaleh yang mengatur Jagat yaitu Gusti Alloh.” terang Mbah Man.

Ditanya, dalam sehari membawa dagangan yaitu sate Kol berapa tusuk, Mbah Man mengatakan. “Dagangan sate Kol yang saya jual dalam sehari sampai 200 tusuk, harga pertusuknya cuma 500 rupiah mas, terkadang dalam sehari habis kadang juga tidak, tetapi saya tetap bersyukur masih diberi rejeki kok.” ujarnya.

“Mulai dari jam 6 pagi saya berangkat berjualan, kalau pulang tidak tentu, terkadang sampai abis magrib baru bisa pulang membawa uang, jika sudah malam dagangan tidak habis, ya terpaksa saya pulang, takut kondisi jalan kalau malam mas, karena mata saya kurang jelas penglihatan saat jalan gelap.” jlentrehnya.

Lebih lanjut Mbah Man, “Sekali lagi, saya bersyukur masih diberi kesehatan, kekuatan dan rejeki, semua aku lakukan demi ketiga anak dan istri saya. Semoga saya juga diberi panjang umur mas, supaya bisa membahagiakan keluarga saya disisa umur saya sekarang.” Mbah Man memungkasi sambil meneteskan air mata. (hdk/wdynti).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses