Fantastis!! Telan Anggaran 210 Juta, Pembangunan Gedung Serbaguna Desa Mejoyolosari Gudo Dipertanyakan Berikut Detailnya.

 

Jombang, www.koranpatrolixp.com

Sangat fantastis nilai anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pembangunan gedung serbaguna tahap 1 Desa Mejoyolosari Kecamatan Gudo kabupaten Jombang Jawa Timur, yang saat ini proses pengerjaan masih beberapa hari dilaksanakan.

Informasi keterangan yang dipasang pada titik lokasi pekerjaan, diketahui nilai anggaran bangunan serba guna tahap 1 sebesar Rp.210.000.000 (dua ratus sepuluh juta rupiah), dengan item pekerjaan hanya sebatas beton struktur yaitu Strouss pile, Foot plat beton, Sloof beton dan kolom beton.

Dari perihal itu, dipertanyakan oleh narasumber yang notabene seorang pemerhati jasa konstruksi yang beralamatkan di kabupaten Jombang, Dirinya mempertanyakan terkait nilai anggaran yang diduga tak seimbang dengan volume pekerjaan, saat dimintai keterangan teknis oleh koranpatrolixp.com dikediamannya. Selasa (14/3/2023).

“Nilai anggaran yang dikucurkan untuk pekerjaan struktur beton gedung serba guna desa Mejoyolosari memang sangat besar, akan tetapi item pekerjaan yang dilaksanakan hanya sebatas pondasi struktur beton, sloof beton dan kolom beton.” jelas narasumber, sambil berpesan supaya namanya tidak disebut dalam pemberitaan media massa.

Dari nilai yang ditulis pada papan informasi, sambung penjelasannya, 210 juta untuk full beton, berapa volume kubikasi beton pekerjaan pondasi struktur, sloof dan kolom beton. “Pakai analisa K. berapa pihak perencana desa, hingga menelan anggaran sebanyak itu.” tanya pemerhati jasa konstruksi.

Dirinya merinci, diketahui dalam analisa harga satuan beton mutu K.250 tahun 2023 nilai harga satuan beton itu ialah 1.224.300 per m3, besi polos per kg 17.700, bekesting pondasi foot plat beton senilai 367.600 per m2, masa pemakaian minimal 2x pakai.

Lebih lanjut penjelasan narasumber, “Untuk pekerjaan bekesting sloof beton senilai 398.700 per m2, untuk bekesting kolom beton 662.400 per m2, namun volume bekesting dengan pemakaian minimal 2x pakai. Dan semua nilai harga satuan itu sudah masuk pajak didalamnya.” bebernya.

Tak hanya nilai yang dialokasikan dengan volume diduga tak seimbang, tandas pemerhati jasa konstruksi, ia juga menyebut, jika pada pekerjaan pembangunan gedung serba guna tahap 1 desa Mejoyolosari harus ada data perhitungan struktur atau SAP 2000, untuk menentukan dimensi strouss, foot plat, sloof dan kolom beton.

“Bukan berarti dimensi sloof dan kolom itu sudah besar, sudah kuat dalam strukturnya, itu yang menjadikan boros anggaran dan boros volume, dimensi betonnya dikira – kira saja tanpa ada perhitungan struktur. Perihal itu juga menjadi tanda tanya kepada perencana serta pelaksana gedung tersebut.” jlentrehnya.

Untuk memperjelas atas dugaan yang dinilai terlalu kebesaran anggaran pada pekerjaan beton struktur gedung serba guna tahap 1 desa Mejoyolosari, koranpatrolixp.com berusaha mengkonfirmasi kepada Kaur Perencanaan Hanif via pesan WhatsApp-nya, dirinya menjelaskan. Selasa (14/3/2023).

“Semua yang dikerjakan dan yang direncanakan, sudah jelas dipapan kegiatan, tidak ada yang salah. Monggo ketemu dikantor mawon, tahapan dan perencanaan sudah sesuai.” dalih kaur perencanaan.

Ditanya, bersumber dari anggaran apa pekerjaan pembangunan gedung serba guna tahap 1 tersebut, Hanif menambahkan. “Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023 reguler tahap 1.” ujarnya.

Disinggung terkait pekerjaan pondasi struktur pada tahun 2021 untuk pembangunan gedung serba guna, sudah pernah dianggarkan sebesar 100 juta rupiah, ia mengutarakan.

“Ada beberapa item pekerjaan pondasi, namun sebagian saja, tidak semua, dan saya tegaskan lagi bahwa perencanaan gedung tersebut sudah di verifikasi oleh Kades Teknis dan pihak DPMD.” Kaur perencanaan desa Mejoyolosari memungkasi konfirmasi yang dipertanyakan. (hdk/wdynti/tim).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses