Ceremony Likupang Torism Festival (LTF) 2023 Gagal kalah pengunjung dengan pasar malam di Desa-desa yang sering di selenggarakan oleh para pengusaha hiburan anak-anak keliling.

 

 

Likupang,Patrolisulut.com – tepat pada hari Sabtu tgl 28 Oktober 2023 Ceremony Likupang Torism Festival (LTF) akhirnya di tutup resmi oleh Bupati Minahasa Utara Joune JE Ganda.
Walaupun dengan harapan dan target akan mendatangkan pengunjung sekitar 60 ribu orang selama penyelenggaraan LTF ternyata hanya bisa mencapai 45 ribu pengunjung sesuai laporan panitia LTF pada penutupan giat sore ini di hadapan Bupati, akan tetapi pada saat pelaporan tersebut ada beberapa masyarakat setempat membantah pelaporan panitia bahwasanya panitia LTF ini tidak tau menghitung atau tidak bisa melihat seberapa banyak pengunjung yang hadir sejak pembukaan hingga penutupan ini, kayanya panitia LTF hanya sekedar menyenangkan hati Pak Bupati dan para pejabat yang hadir ungkap masyarakat setempat yang engan di publis namanya, bpk bisa melihat dan memperkirakan jumlah yang hadir saat inikan? ungkap bpk tersebut kepada pewarta Patroli SULUT.
Terbukti kegiatan sudah jauh-jauh hari yang rencanakan serta di promosikan melalui media sosial ternyata tak ada peminatnya, sebab para pengunjungnya hanyalah Pegawai, THL kabupaten dan para perangkat desa serta para siswa dari beberapa sekolah di Minahasa Utara yang di wajibkan untuk hadir.
Dari pantauan awak media Patroli SULUT acara ini hanya di ramaikan oleh UMKM UMKM dari MINUT yang tidak jauh berbeda dengan pasar malam yang hanya di hadiri beberapa stand-stand dan kios dari pintu masuk hingga arah panggung utama LTF, bebera penjual mengakui merugi sebab kurangnya pengunjung LTF.
Dari pantauan pewarta Patroli SULUT panggung utama serta persiapannya sangatlah sederhana
coba di bayangkan persiapan yang hanya seperti ini pada hal dana yang kementrian Pariwisata dan Kreatif kucurkan bukan kecil, keindahan Likupang ini alami jika di poles berdasarkan anggaran yang ada, tentunya hasilnya tidak seperti ini.
Gelontoran uang dari dana pusat untuk DPSP Likupang buat apa?, Karena sejak Likupang di tetapkan menjadi DPSP, tidak ada perkembangan yang terjadi ungkap salah satu pengunjung.


Disampaikan warga lainnya bahwa dengan beberapa kali di selenggarakan LTF di pantai Paal mereka tidak mendapatkan faedanya dan keuntungan sebab banyak berdatangan penjual dari luar, kios mereka sepi karena lebih banyak terpusat ke kios milik Hukumtua serta keluarganya, sebab tempat sudah di atur sedemikian, lagi pula penghasilan kami lebih mendingan pada hari-hari biasanya atau waktu liburan di bandingkan ada giat LTF, yang kami dapati hanyalah tempat/kios kami padat di duduki panitia tanpa bayaran serta sampah mereka di bandingkan membeli jualan kami ungkap ibu Ivon K masyarakat setempat.
Masyarakat berharap pemerintah kabupaten Minahasa Utara dapat memanfaatkan dengan baik
Program spesial dari pemerintah pusat yang telah menetapkan Likupang sebagai Daerah Pariwisata Super Prioritas.
Hasil dari pantauan media bahwa kecemburuan masyarakat sangat besar sebab terkesan masyarakat setempat tidak di libatkan ungkap tokoh masyarakat MR selaku ketua BPD desa Marinsow, lebih miris lagi kami yang punya areal/lahan ini tidak di undang oleh panitia LTF seakan kami sebagai tamu di tempat kami sendiri ungkap pengawas PTPN XIV (RL) mengakhiri pembicaraan dengan awak media Patroli SULUT.
Hingga berita ini di terbitkan pihak panitia sulit di temui serta di telp engan merespon demikian dengan pihak pemerintah desa setempat dalam hal ini Hukumtua Marinsow (GT) tidak ada di lokasi LTF padahal penyelenggaraan di desa bersangkutan.

MJN Patroli SULUT

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses